



Disnaketrans, Barito Kuala – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi adakan Sosialisasi Pelayanan, Penempatan & Perlindungan Pekerja Migran Indonesia TA 2024 di Aula Mufakat (19/06/2024), dihadiri 40 orang peserta terdiri dari dari SKPD yg terkait Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Kepala BP3MI Kalsel, Camat Marabahan, Camat Cerbon, dan Humas Polres Batola.
“Masyarakat Kabupaten Barito Kuala merupakan Angkatan Kerja Potensial, salah satunya sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebagai calon Pekerja Migran, masyarakat dirasa perlu memperoleh Informasi, Arahan dan Bimbingan bagaimana menjadi CPMI yang prosedural. Kegiatan sosialiasi ini adalah agenda tahunan yang rutin dilaksanakan pada tingkat kecamatan dan desa, namun untuk pertama kalinya tahun ini diadakan ditingkat kabupaten.” ungkap Kepala Bidang Peningkatan Produktivitas Tenaga Kerja, ibu Lilis Suriani, S.Sos., M.M. pada saat menyampaikan laporan kegiatan.
Sosialiasi ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Barito Kuala sekaligus menjadi narasumber, yang diwakili oleh ibu Hj. Fachriana selaku Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. “PMI layak mendapatkan penghormatan negara, karena berada diurutan kedua pada penyumbang Devisa Negara setelah Migas, dan data yang kami dapat dari BP3MI Kalsel, jumlah PMI asal Barito Kuala hingga saat ini masih relatif sedikit dengan jumlah 14 orang, tentunya dengan diadakannya sosialisasi informasi mengenai prosedur bekerja diluar negeri semakin meluas sehingga diharapkan menambah minat untuk bekerja diluar negeri khususnya untuk masyarakat Barito Kuala”, ujar beliau saat memberikan sambutan.
”Kami sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan ini, karena sebagai bentuk nyata Kerjasama antara Pemerintah Barito Kuala dan BP3MI Kalsel, kehadiran kami sebagai lembaga pemerintah yang bertugas melaksanakan kebijakan dalam pelayanan, penempatan dan perlindungan pekerja migran (PMI), mengacu pada UU No.18 Tahun 2017, semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menambah dan memperluas informasi kesempatan kerja khususnya untuk masyarakat Barito Kuala, yang tentunya akan terwujud dengan adanya kerjasama lintas sektoral juga antar stakeholder. Ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan oleh PMI selain jaminan perlindungan saat bekerja saat diluar negeri antaralain penghasilan yang lebih menjanjikan, memperkuat people to people link dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional melalui remitansi , serta diharapkan adanya “alih pengetahuan dan teknologi” yang bisa dipelajari oleh PMI saat bekerja diluar negeri kemudian bisa diimplementasi dan dikembangkan saat kembali ke daerah asal”, ujar Kepala BP3MI Kalsel, Bapak Fachrizal, S.P yang juga selaku narasumber kegiatan tersebut.
Turut hadir Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan ibu dr. Hj. Azizah Sri Widari, M.PH , dan bertugas sebagai moderator ibu Hj. Harliani, S.IP., M.Si. selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Kegiatan sosialiasi diramaikan dengan diskusi dan tanya jawab antar peserta dan narasumber, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. (Ej)